Minggu, 20 Januari 2019
Hukum

BPK RI DIHARAPKAN AUDIT FISIK PROYEK DINAS PERKIM SUMUT DI NIAS SELATAN, DIDUGA RUGIKAN UANG NEGARA

164views

Nias Selatan, GlobalniasIndocom

Proyek Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2018 diantaranya lokasi lingkungan VI – Pasir Putih, kelurahan Pasar Telukdalam, kecamatan Telukdalam, kabupaten Nias Selatan, diharapkan audit BPK RI Perwakilan Sumatere Utara.

Pembangunan jalan semenisasi/rabat beton yang telah di PHO tersebut sangat mengecewakan masyarakat setempat, sejumlah warga mengungkap bahwa didalam pelaksanaannya terlihat berbagai kejanggalan yang sangat urgensi seperti besi tikar, as jalan dan lapisan aspal.

Salah seorang warga setempat mengatakan, besi tikar ukuran 8 mm yang telah dipergunakan itu fungsinya adalah sebagai tulang lantai coran semen agar dikemudian hari jalan rabat beton tersebut tetap utuh dan tidak gampang patah. Ukuran lebar besi model tikar tesebut seharusnya sampai diatas pondasi kiri /kanan badan jalan, ujung besi tikar itu wajib berada diatas pondasi kiri/kanan badan jalan, begitu juga teknis sambungan besi tikar wajib dilakukan dengan sebenarnya. Standar teknis pembesian wajib diikuti, lagi pula lokasi tersebut merupakan tanah rawa – rawa dan rentan gempa, ujarnya.

Selain itu, standar teknis pembangunan badan jalan harus dilakukan sesuai yang sebenarnya, seperti as jalan wajib lebih tinggi dari bagin kiri/kanan badan jalan dengan tujuan agar terhindar dari genangan air, karena apa bila diatas badan jalan terjadi genangan air maka badan jalan itu akan cepat rusak, ujarnya.

Sumber menambahkan, demikian juga lapisan aspal diatas rabat beton tersebut salah satu fungsinya adalah untuk menutupi pori-pori semen coran dibawahnya, seharusnya dilakukan sesuai petunjuk standar agar tidak gampang terkelupas.

Warga setempat kecewa, diungkapnya bahwa pembesian pada coran semen yang dilakukan pada pelaksanaan pembangunan badan jalan itu sangat aneh, sebahagian besar besi tikar tidak sampai ujungnya diatas pondasi kiri/kanan badan jalan, terjadi celah kekosangan besi tikar. Begitu juga bentuk sambungan besi tikar, bagian posisi sambungan besi tikar tidak menyatu sehingga diantara itu terjadi celah kekosongan besi tikar alias tidak ada besi.

Masih warga, diungkapnya bahwa as jalan pembangunan semenisasi/rabat beton yang telah dilakukan oleh pihak pelaksana juga sangat aneh, ketinggian as jalan rata dengan kiri/kanan badan akhirnya berakibat terjadinya genangan air.

Begitu juga aspal lapisan atas semenisasi/rabat beton itu, saat ini kondisinya prihatin, sudah sebahagian telah terkelupas, dan saat ini masih bisa dikorek dengan kuku, ungkapnya warga.

Selain itu, warga setempat juga mengatakan, mengenai papan informasi di lokasi, memang sudah pernah terlihat, hanya saja anehnya dipasang pada siang hari namun pada sore harinya tidak terlihat lagi.

Konfirmasi terhadap Setiawan Harefa alias Ama Debora, Rabu (28/11/2018), melalui hand phone selulernya. Menurutnya, dia bukan sebagai kontraktor pelaksana melainkan hanya sebagai pekerja. Disebutkannya, perusahaan pelaksana proyek tersebut mungkin CV. KARUNIA ALAM. Mengenai besar pagu dana enggan disebutkannya. Ditanya sejumlah item kejanggalan didalam pelaksanaan proyek tanggapannya mungkin hal itu hanya berupa kesilafan. Terkait pemasangan papan informasi proyek disebutkannya sudah dilakukan, ujarnya.

Informasi lain , proyek yang berlokasi di 3 ruas jalan lingkungkungan VI kelurahan Pasar Telukdalam ( jalan Paramuka 1 dekat kampus STIE/STKIP Nias Selatan, jalan Pramuka 2 arah Hotel Yonas dan ruas jalan sekitar Pasar Pasir Putih) pagu dananya sebesar berkisar 1,3 Miliar Rupiah, sumber anggaran dari APBD tahun anggaran 2018 Provinsi Sumatera Utara / Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim).

Selanjutnya sesuai sumber warga setempat disebutkannya bahwa selama pelaksanaan proyek tersebut yang melakukan pembayaran upah kerja serta pembayaran bahan material yaitu Setiawan Harefa alias Ama Debora.

Menanggapi hal ini, sejumlah warga setempat yang layak dipercaya sangat kecewa dengan Konsultan Pengawas dan PPK termasuk Tim PHO. Disebutkannya kejanggalan proyek ini bisa dibuktikan langsung bila perlu, dan diharapkan BPK RI Cabang Provinsi Sumut kiranya fisik proyek ini diaudit secara langsung dilapangan, kami siap mendampingin. Audit fisik tersebut sangat penting demi menyelamatkan uang negara, tandasnya.
(Aliran Duha)

Lewat ke baris perkakas