Minggu, 20 Januari 2019
Ekonomi

Ajaib, Pasar Pasir Putih Nias Selatan Dibangun Diatas Tanah Lumpur

259views

Nias Selatan, GlobalnisIndocom

Aneh bin ajaib… Pasar Pasir Putih di Kelurahan Pasar Telukdalam yang hanya didirikan diatas lumpur.

Lokasi pembangunan Pasar Pasir Putih di lingkungan VI, Kelurahan Pasar Telukdalam, Kecamatan Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, termasuk daerah tanah rawa – rawa ekstrim, namun perencanaannya diduga hanya sebatas asal jadi.

Selain pengawasan proyek ini terkesan hampir tidak ada, selanjutnya tanah lumpur di area tersebut tidak dilakukan pengerokan atau tidak dibuang, akan tetapi langsung dilakukan peniimbunan dengan bahan material tanah yang diangkut dari lokasi lainnya, ujar warga setempat.

Menurut masyarakat setempat dan sumber yang layak dipercaya, disebutkannya bahwa kaki gajah bangunan hanya berkisar lebih satu meter tersebut sangat aneh sehingga kaki gajah tersebut masih berada diatas tanah lumpur, seharusnya kaki gajah wajib mencapai tanah keras bukan diatas lumpur. Selanjutnya mengenai pembesian balok slof dasar sangat aneh diduga adanya pengurangan volume besi.

Miris, usai lokasi tanah rawa lumpur itu ditimbun dan diratakan dengan tenaga manusia tanpa pemadatan alat berat, kemudian langsung didirikan bangunan bernilai 820 Juta Rupiah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018, ujar sejumlah sumber.

Sebelum perencanaan pembangunan khusus tanah rawa sebaiknya terlebih dahulu dilakukan pengujian sample tanah lokasi itu di laboratorium sebagai dasar perencanaan, begitu juga teknisi penimbunan lokasi seharusnya tanah rawa atau lumpur di lokasi itu dibersihkan lalu dibuang, kemudian dilakukan pemadatan dengan alat berat sehingga bagian struktur bangunan diatas pertapakan itu tidak gampang rusak atau roboh nantinya, ujar sumber yang layak dipercaya.

Pejabat Pembuat Komitmen pada saat dikonfirmasi belum lama ini, menjawab kami bertanggung jawab atas pembangunan tersebut.

Namun, Rahmat Halawa selaku penanggung jawab yang notabene sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, beliau enggan ke lokasi proyek ketika diajak oleh wartawan untuk melihat dan membuktikan dugaan borok proyek tersebut. Begitu juga gambar perencanaan bangunan tidak berani diperlihatkannya kepada wartawan.

Mengapa PPK terkesan menghindar ?….. atau didalam pelaksanaan proyek tersebut adakah dugaan persengkokolan secara masif dengan oknum – oknum lainnya ?
(Aliran Duha)

Lewat ke baris perkakas