Minggu, 20 Januari 2019
Hukum

BENARKAH KEMATIAN NAPID ANTONIUS MADUWU MASIH MISTERIUS ?, KAPUS & DOKTER MENGAPA ENGGAN MENGUNGKAP FAKTA JENIS PENYAKIT ?

Foto: SURAT KETERANGAN KEMATIAN YANG DISERAHKAN OLEH PIHAK RUTAN KELAS II B NISEL KEPADA REDAKSI MEDIA GLOBALNIAS INDOCOM
Foto: Kapus Puskesmas Perawatan Plus Telukdalam bersama dr. Invokavit Sarumaha ketika dikonfirmasi wartawan Media Globalnias Indocom
Foto: Korban meninggal di Rutan (Antonius Maduwu)
830views

Telukdalam, GlobalniasIndocom

Menelusuri kebenaran “SURAT KETERANGAN KEMATIAN “ yang diserahkan oleh Kepala Cabang Rumah Tahanan Negara Gunungsitoli di Pulau Tello (Rutan Kelas II B Nias Selatan) melalui suratnya di alamat Redaksi media Globalnias Indocom tertanggal 25 September 2018, Nomor W2.E34.HM.02.02.01.411 terkait meninggalnya salah seorang nara pidana atas nama ANTONIUS MADUWU alias Anton (Tayangan foto berita).

Surat Keterangan Kematian yang sudah dicap dan ditandatangani oleh dr. Invokavit T. Sarumaha sebagai Dokter UPTD Puskesmas Perawatan Plus Telukdalam suratnya tertanggal 12 September 2018 dengan nomor 441/231/yankes/IX/2018.

Uraian Isi Surat Keterangan Kematian itu yakni menerangkan bahwa : Antonius Maduwu alias Anton, Jenis kelamin Laki – Laki, Umur 26 Tahun, Agama Katolik , Alamat Desa Bawonifaoso – Kecamatan Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, dibenarkan telah meninggal dunia pada hari Selasa tanggal 11 September 2018, Pukul 13.50 Wib di UPTD Puskesmas Perawatan Plus Telukdalam, Kecamatan Telukdalam karena “ MENGIDAP SUATU PENYAKIT”. Yang menjadi tanda tanya misterius yakni “JENIS PENYAKIT TIDAK IKUT DIURAIKAN DIDALAM SURAT KETERANGAN KEMATIAN TERSEBUT” (lihat bukti surat keterangan kematian pada tayangan foto berita).

Sesuai hasil konfirmasi pada tanggal 27 September 2018 bertempat di Puskesmas Perawatan Plus Telukdalam, dokter Invokavit Sarumaha , beliau enggan memberi jawaban fakta yang jelas “‘TERKAIT APA SAJA JENIS PENYAKIT YANG DIALAMI NAPID almarhum ANTONIUS MADUWU alias ANTON SEHINGGA BERAKIBAT MENINGGAL DUNIA”, dan dipaparkannya kan saya masih punya atasan pak yaitu Kepala Puskesmas (Kapus). akhinya disarankannya untuk terlebih dahulu konfirmasi ibu Kepala Puskesmas sebagai atasannya.

Wartawan dengan hati mulia , selanjutnya menjumpai dan konfirmasi terhadap Kepala Puskesmas Perawatan Plus Telukdalam. Pada konfirmasi di salah satu ruang tunggu itu, Kepala Puskesmas Perawatan Plus Teluk dalam, K. Dachi mendahului meminta SPT wartawan Media Globalnias Indocom, seraya disebutkannya seperti kami wajib ada surat tugas atau SPT tersebut. Menanggapi pertanyaan iKapus, Wartawan langsung mengklarifikasi melalui KTA PRESS KARD yang sudah kian tergantung diluar kantong baju ditunjukan kepada Kepala UPTD Puskesmas Perawatan Plus Kecamatan Telukdalam. Lalu, Kapus Puskesmas Perawan Plus Telukdalam hanya mengatakan mengenai hal tersebut masih ada Pimpinan saya, sembari disebutkannya kami ada banyak sif tidak mungkin saya yang jaga terus pak, ujarnya.

Menjelang beberapa menit kemudian, dokter Invokavit Sarumaha menyusul mendatangi Kapus K. Dakhi bersama wartawan di tempat yang sama. Di tempat itu (tayangan foto berita), menjawab pertanyaan wartawan, dokter Invokavit Sarumaha membenarkan bahwa beliau yang menangani almarhum Antonius Maduwu pada saat itu, dan disebutkannya namun mengenai hal itu kan masih ada pimpinan saya yaitu Kapus, kalau diizinkannya saya kasih, itu “rahasia” karena menyangkut pekerjaan kami, tuturnya.
(Santap Harefa)

Lewat ke baris perkakas