Minggu, 20 Januari 2019
Ekonomi

POLRES BERSAMA PEMDA NIAS SELATAN MUSNAHKAN TUAK SULING DI LAHUSA

Globalnias Indocom
Foto: Pemusnahan Tuo Nifaro di Kecamatan Lahusa .
146views

Nias Selatan, Globalnias Indocom

-Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K.,MH melalui Kapolsek Lahusa IPTU. Catur Haryadi yang dikonfirmasi pada saat pemusnahan tuak suling (tuo nifaro), beliau mengatakan, penertiban minuman keras di Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan sudah berlangsung kurang lebih selama 8 bulan. dan atas dasar Perbup tentang penertiban dan larangan miras maka Kapolres Nias Selatan memerintahkan Kapolsek dan jajaran.

Termasuk Kapolsek Lahusa telah melakukan rangkaian penertiban minuman keras diawali masa sosialisasi selama 2 bulan, dan kemudian kita lakukan penindakan selama 4 bulan. Selama masa penertiban, angka kriminalitas di kecamatan Lahusa menurun sekitar 80 persen, ujar Catur.

Lanjut Catur, “sebelumnya pak Kapolres Nias Selatan sudah pernah mengirim sample tuak suling tersebut di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kota Medan, dan hasilnya sangat mengejutkan. Ternyata Tuak suling tersebut sangat tidak layak dikonsumsi karena mengandung senyawa sejenis alkohol pembersih luka, yang biasa kita beli di pasaran dan di apotik yang bisa merusak jaringan saraf bila di konsumsi,” papar Catur.

Pada kesempatan yang sama, Camat Lahusa Kabupaten Nias Selatan, Yurlina Zebua S. Pd menuturkan “Kebiasaan mengkonsumsi tuo nifaro yang merupakan racun yang dapat merusak tubuh, dalam kegiatan masyarakat sehari-hari tersebut hampir dijadikan sebagai alasan budaya atau sebagai penyemangat dan penghangat tubuh. Namun hal tersebut jelas bukan merupakan suatu budaya di Kabupaten Nias Selatan maupun di Kepulauan Nias, itu hanya kebiasaan buruk masyarakat yang menyajikan tuak suling dalam setiap kegiatan-kegiatan suka maupun duka,dan bisa dipastikan itu menjadi sebuah tradisi yang sangat buruk dan suatu penyakit,” tegas Yurlina.

“Sejak dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup) Nias Selatan yang melarang tentang peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Nias Selatan, Kapolsek Lahusa berkoordinasi dengan muspika untuk melakukan kegiatan penertiban minuman keras dan melakukan razia baik dijalan maupun di warung-warung. “Hasil nya saat ini sangat terasa bagi masyarakat. Angka kriminalitas di Kecamatan Lahusa dapat ditekan sacara drastis, tingkat kecelakaan lalu lintas menurun, dan masyarakat mulai mengalihkan kegiatan nya dengan berolahraga ataupun bekerja,” ujar Yurlina.

Saya selaku Camat Lahusa Kabupaten Nias Selatan mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Lahusa dan Kapolres Nias Selatan yang telah menegakkan Perbup Nias Selatan tentang larangan minuman beralkohol. Kami akan terus mendukung Kapolres,Kapolsek dan jajarannya agar terus memberantas peredaran minuman beralkohol tanpa ijin, dan menghimbau seluruh Kepala desa untuk mengawasi warga desanya agar turut menjauhi tuak nifaro dan selalu melakukan pekerjaan yang positi,” tegasnya.

Pemusnahan ratusan liter minuman keras tuak suling ini digelar di aula pertemuan kantor Camat Lahusa pada hari Rabu tanggal 26 September 2018 berkisar pukul 10.00 Wib, dan dihadiri oleh Bupati Nias Selatan yang diwakili oleh Asisten Satu, Kapolres Nias Selatan diwakili oleh Kasat Binmas Polres Nias Selatan, Camat Siduaori, Camat Somambawa, Camat Lahusa, Danlanal Nias,Staf Kantor Camat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan sejumlah masyarakat asal Kecamatan Lahusa.

(Aperius Gulo)

Lewat ke baris perkakas