Minggu, 20 Januari 2019
Pendidikan

Dibalik Gedung Baru, Halaman SD 1 Telukdalam Ditanami Bibit Kelapa & Pohon Pisang

Foto : Kondisi halaman SDN 1 telukdalam yang dipenuhi tanaman bibit kelapa (12/09/2018/Globalniasindocom)
Foto: Gedung baru SD 071097 (SD- 1) Kota Telukdalam ketika ditanami pohon pisang
646views

Telukdalam, GlobalniasIndocom
Dibalik gedung baru, ratusan bibit kelapa ditanami di halaman SD Negeri 1 Telukdalam, lapangan upacara sekolah akhirnya tidak ada, Pemda dihimbau untuk menacari solusi.

Seputar riwayat SD Negeri 1 Kota Telukdalam atau SD Negeri Nomor 071097 Telukdalam, Sekolah Dasar ini disebut – sebut merupakan salah satu Sekolah Dasar tertua di Telukdalam. Pada mulanya berkedudukan di pusat ibu Kota Nias Selatan Telukdalam.

Gedung lama roboh akibat gempa bumi pada tahun 2015, kemudian dibangun kembali oleh bantuan hibah Amerika dengan gedung mewah, kemudian gedung itu dirobohkan lagi dan didirikanlah gedung bertingkat di lokasi itu dengan nama “Pasar Amerika” dan merupakan Kantor Keungan kabupaten Nias Selatan saat ini, lalu kemudian proses belajar mengajar dipindahkan dan proses belajar mengajar berlangsung di gedung SMP Negeri 1 Telukdalam hingga pada tahun pelajaran 2016/2017.

Pada bulan April 2016 dilantiklah Kepala Daerah Nias Selatan periode tahun 2016 – 2021 yaitu DR. Hilarius Duha, SH., MH dan Wakilnya Sozanolo Ndruru, mengingat janji politik sebelumnya, sehingga diprogramkanlah pembangunan SD tersebut pada tahun anggaran 2017 untuk tahap pertama dan untuk tahap kedua sedang dilanjutkan pada tahun 2018 ini melalui Dinas Pendidikan Nias Selatan.

Terkait program berlian dan pro rakyat tersebut , sebelumnya pada awal tahun 2017, Bupati Hilarius Duha, Ketua DPRD Nias Selatan Sidiadil Harita bersama Wakil Ketua DPRD Yohanna Duha dua kali meninjau langsung lokasi Pasar Korea Pasir Putih di Lingkungan VI Kelurahan Pasar Telukdalam untuk direncanakan sebagai lokasi pembangunan gedung SD Negeri 1 Telukdalam, bahkan berikutnya lokasi itu sempat diukur langsung oleh staf Dinas Pendidikan Y. Lase. Namun lokasi tersebut gagal dan lokasi resmi akhirnya dipindahkan di Nari – Nari, desa Nanowa, kecamatan Telukdalam (lokasi sekolah saat ini).

Kini…, apa hendak dikata, nasib para siswa/i beserta tenaga pengajar di sekolah itu masih saja diikuti oleh dampak gejolak nyata. Pertanyaanya, mungkinkah hal ini muncul akibat dampak masih kuatnya egois duniawi ?…, dan siapakah yang paling bertanggung jawab untuk mengakhiri gejolak ini… ?

Lebih lanjut, inilah jejak sementara yang dihimpun oleh media Globalnias Indocom……………………………..

Pada hari Rabu tanggal 12 Sepetember 2018 atas informasi dari Jefri T. Gari (50 tahun) alias Ama Wendri asal warga asli dari desa Hilisataro, kecamatan Toma, dan kini merupakan warga kelurahan Pasar Telukdalam. Pada pukul 10.30 Wib di halaman SD Negeri tersebut sambil menanami bibit kelapa, dia menyampaikan rasa kesalnya dan menyayangkan oknum Pemda Nias Selatan, dimana pada awalnya Jefri Gari sangat meyakini hasil pendekatan dari Hilarius Duha (Bupati –red) kepada beliau karena selain satu kampung juga ada hubungan keluarga dengan Jefri Gari.

Menurutnya, mengenai polemik ini juga, jauh sebelumnya beliau telah menyurati DPRD Nias Selatan, Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan Nias Selatan, Bupati Nias Selatan dan termasuk BPN serta pihak penegak hukum namun tidak ada tanggapan sama sekali.

Jefri T. Gari memaparkan kepada sejumlah wartawan media, pada mulanya tanah lokasi itu menurutnya bahwa telah dibelinya secara fakta hukum kepada abang ipar kandungnya yaitu dari almarhum F. Maduwu pada tahun 2001 dengan ukuran 90 x 60 meter.

Jefri duga akan aman aman saja dan Pemda pasti mengerti regulasi hukumnya tentang apa saja kewajibannya sebagai pemakai tanah miliknya itu. Dia mengaku surat jual beli tanah itu ada ditangannya, bila perlu akan saya tunjukan siapapun yang mau melihat, ujarnya.

Pada wawancara media tersebut, Jefri T. Gari menyesali dan menyebut nama oknum ipar kandung Bupati Nias Selatan berinisial OD, Jefri menambahkan bahwa oknum OD itu telah terlibat sebagai tahanan KPK belum lama ini, disebutkannya lagi bahwa OD inilah yang menjadi pemicu dan oknum ini beraninya mengklaim tanah milik saya untuk selanjutnya dihibahkan oknum OD itu kepada pihak Pemda Nias Selatan. Sembari dituturkannya, saya sangat kecewa, jangankan uang ganti rugi tanah, bahkan kerugian sayapun diantaranya berupa tanaman cabe sebanyak berkisar 100 ribu batang di lokasi itu sampai sekarang belum ada ganti ruginya, lebih parahnya lagi jalan mau menuju ke kebun milik saya di belakang gedung itu sudah ditutup, telah dipakai untuk pertapakan sekolah dengan ukuran 100 x 50 meter, ujarnya dengan nada sedih.

Saya sengaja menanam ratusan bibit kelapa tersebut di halaman sekolah agar Pemda Nias Selatan segera menyadarinya dan kalau berkenan untuk diselesaikan oleh Pemda guna tidak berdampak terganggunya proses belajar mengajar secara jangka panjang.

Sejumlah saksi yang berwatas, tidak mau disebut namanya pada pemberitaan media, mereka mengakui bahwa tanah pertapakan gedung baru SD Negeri 1 tersebut adalah tidak ada orang lain sebagai pemilik selain Jefri T. Gari dan kakaknya I. Rami (almarhum) atau almarhum abang iparnya (F.Maduwu).

Salah seorang tenaga pengajar dan orang tua siswa yang tidak mau disebut namanya, mereka menyebutkan bahawa dengan penanaman bibit kelapa tersebut dengan sendirinya akan berdampak terganggunya proses belajar mengajar dan terlebih lapangan upacara bendera di sekolah itu tida ada, selain itu mereka menyebutkan bahawa dengan adanya polemik lokasi sekolah tersebut dipastikan akan ada dampak buruk pada psikologi para anak didik.

Sejumlah orang tua tua siswa di Telukdalam , belum lama ini, mengaharapkan “kiranya masalah ini dapat terselesaikan dengan duduk bersama Pemda Nias Selatan dengan Jefri Gari agar hal ini tidak berdampak kepada para siswa/siswi”.
Berita ini berikutnya akan berlanjut terkait hasil konfirmasi kepada pihak terkait lainnya.
(S. Harefa)

Lewat ke baris perkakas