Minggu, 20 Januari 2019
Para Peserta Demo di KPU Sumt
Politik

KPU SUMUT DIDEMO DITUNTUT PROPORSIONAL MEREKRUT CALON KPU NIAS SELATAN

427views

Medan, GlobalniasIndocom

Terkait Carut Marut Perekrutan Calon Komisioner KPU Tahun 2018 Kabupaten Nias Selatan Akhirnya Himpunan Masyarakat Ono Niha Tuntut KPU Sumut, KPU RI bersama TIMSEL Untuk Bertindak Proporsional, Adil dan Tegas, Peristiwa Ini Terungkap Pada Demo Di Kantor KPU Sumut di Medan, Senin, 3 September 2018.

Perekrutan Calon Komisioner KPU tahun 2018 wilayah 5 Provinsi Sumatera Utara tengah memanas, khususnya terkait perekrutan calon Komisioner KPU Kabupaten Nias Selatan (Nisel), benarkah ada indikasi pembangun kepentingan ?

Seputar kronologis, dari berbagai sumber yang layak dipercaya menyebutkan bahwa didalam perekrutan tersebut diduga adanya indikasi “kepentingan” sehingga berakibat terjadinya 2 unsur opsi. Pada opsi pertama seluruh peserta sesuai jumlah pendaftar awal sebanyak 120 orang telah diikut sertakan didalam seleksi berkas, pada opsi kedua yakni setelah terjadinya pergantian 2 orang Tim Seleksi (diduga akibat adanya laporan pengaduan- red) akhirnya dari jumlah total peserta tersebut hanya 16 orang yang diikut sertakan untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Ratusan pemuda asal Nias yang bergabung didalam Himpunan Masyarat Ono Niha (HIMONI) melakukan aksi demo di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (03/09/2018) “memprotes hasil keputusan KPU Sumut, KPU RI dan Tim Seleksi Calon Komisioner KPU SUMUT Wilayah 5 khususnya terkait pola perekrutan Calon KPU Kabupaten Nias Selatan yang dinilai tidak proporsional atau hanya merupakan keputusan yang tidak berimbang karena diduga adanya indikasi “kepentingan”.

Para peserta demo menyampaikan agar pihak KPU Sumut, KPU RI dan Tim Seleksi bertindak “Koperatif, Proporsional dan Tegas”. Peserta demo mendesak agar seluruh para peserta yang nota bene sebelumnya telah mendaftarkan dirinya sejak awal sebagai peserta seleksi dapat diikut sertakan didalam seleksi ulang untuk tahap lanjutan. Mereka juga menegaskan agar jadwal pelaksanaan seleksi untuk tahapan lanjutan pada hari Selasa (4 September 2018) dibatalkan.

Hasil keputusan KPU Provinsi Sumut dan KPU RI yang ditolak tersebut yaitu “ bahwa yang berhak mengikuti tahapan seleksi tertulis pada hari Selasa (04/09/2018) hanya berjumlah 16 orang dari peserta sebelumnya berjumlah120 orang”.

Terkait aksi demo tersebut, Ketua Tim Seleksi Perekrutan Komiisioner KPU Wilayah 5 Sumatera Utara, Tonny Situmorang tidak berani memberi tanggapan, sementara pihak Komisioner KPU Sumut tidak berhasil ditemui massa.

Menanggapi peristiwa carut marutnya perekrutan Komisioner KPU Kabupaten Nias Selatan, sejumlah tokoh yang tidak mau disebut namanya, dengan nada yang sama menyebutkan bahwa untuk menghindari hasil buruk pada Pemilu tahun 2019 sebaiknya pihak KPU Provinsi Sumatera Utara, KPU RI bersama Tim Seleksi termasuk Bawaslu wajib tegas dan berposisi netral, bijak mengambil sebuah kesimpulan yang tidak merugikan pihak lain, artinya dalam hal ini minimal ada kebijakan untuk peserta yang lolos berkas pada versi awal sesuai hasil pengumuman Timsel, mereka ini sebaiknya dapat diberi peluang untuk diizinkan mengikuti seleksi tahapan berikutnya, kalau bisa jangan ada yang dibuang namanya, soal lolos tidaknya tentu tergantung hasil terbaik nantinya, ujar para sumber itu dengan nada polos. (Tim)

.

Lewat ke baris perkakas